Asam Lambung, Penyakit yang Merenggut Nyawa Puteri Indonesia Maluku 2016 Ini Harus Kamu Waspadai!

Asam Lambung, Penyakit yang Merenggut Nyawa Puteri Indonesia Maluku 2016 Ini Harus Kamu Waspadai!

Asam Lambung, Penyakit yang Merenggut Nyawa Puteri Indonesia Maluku 2016 Ini Harus Kamu Waspadai!

RumahNKRI – Dua hari yang lalu, tepatnya hari Kamis, 29 Desember 2016, kabar duka menyelimuti keluarga besar Puteri Indonesia. Salah seorang peserta Puteri Indonesia 2016 yang berasal dari Maluku, Jean Trifena Patty, dikabarkan tutup usia. Jean meninggal di usianya yang ke-26 tahun akibat penyakit asam lambung yang dideritanya.

postingan akun resmi Puteri Indonesia via www.instagram.com

RIP Jean Patty via tribunstyle.com

Kabar meninggalnya Jean rupanya cukup mengejutkan banyak netizen. Terlihat dari beberapa komentar dalam posting-an Instagram @officialputeriindonesia yang mengunggah foto dan ungkapan bela sungkawa atas meninggalnya Jean. Banyak netizen yang nggak menyangka sebelumnya, bahwa penyakit asam lambung bisa berdampak fatal hingga menyebabkan kematian.

“Waduh, aku juga punya sakit maag nih…”, tunggu dulu, maag dan asam lambung ternyata berbeda, lho!

maag vs asam lambung via www.bimaindonesia.co.id

BACA JUGA

  • TIPS

    Sebelum Menjadi Bagian dari Gedung-Gedung Tinggi, Yuk Belajar Gimana Interview Kerja yang Baik!

Perbedaan sakit maag dan asam lambung seringkali masih membingungkan banyak orang karena memiliki efek yang sama, yaitu jaringan perut yang terasa nyeri.

Maag adalah keluhan penyakit akibat telah terjadi peradangan pada lambung sehingga menimbulkan sensasi rasa nyeri yang sewaktu-waktu bisa datang kembali. Sedangkan asam lambung adalah adanya dorongan kuat isi lambung untuk mengalir ke saluran kerongkongan yang menimbulkan rasa panas seperti terbakar dan mengiritasi area tenggorokan, jika nggak diobati segera akan menyebabkan komplikasi berupa keluhan kesehatan lain.

Meskipun gejala yang dialami hampir sama antara kedua penyakit ini, namun gejala yang dirasakan pada penyakit asam lambung lebih pada sensasi rasa terbakar di bagian dada atau nyeri ulu hati. Akibatnya, kamu akan merasa nggak nyaman setelah mengonsumsi makanan. Selain itu, mulut dan kerongkongan terasa nggak enak. Kamu juga akan mengalami rasa sakit dan kesulitan saat menelan makanan.

Nah, untuk menjaga keseimbangan asam lambung agar nggak semakin parah, lakukan langkah-langkah ini…

1. Mengatur pola makan; hindari makanan mengandung lemak, gula dan asam berlebih pemicu asam lambung serta mengatur porsi sesuai kebutuhan

hindari lemak dan minyak via www.drweil.com

Asam lambung mudah sekali dipicu oleh makanan yang mengandung lemak, gula dan asam. Makanan-makanan ini dicerna lebih lama oleh tubuh, sehingga lambung memproduksi asam lambung lebih banyak dan berisiko naik ke kerongkongan.

BACA JUGA

  • TIPS

    Jenis-jenis Penyakit yang Mengintaimu di Usia 20-30 Tahun. Please Hati-hati, Ya…

  • Hindari makanan berlemak, pedas, berminyak, gula, asam, kopi, cokelat, alkohol, soda dan buah-buahan yang mengandung gas.
  • Usahakan makan dengan porsi kecil tapi sering.
  • Hindari minuman dingin setelah konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat.
  • Jangan biasakan langsung tidur setelah makan.
  • Konsumsi air minum yang cukup untuk mencegah dehidrasi, karena dehidrasi juga menyebabkan asam lambung meningkat.

2. Olahraga memang dianjurkan, tapi hindari melakukan gerakan yang menekan perut

nggak usah sampai gini juga olahraganya via melonlifestyleco.ca

Saat berolahraga, hindari melakukan gerakan yang menjadikan perut tertekan, seperti gerakan peregangan, naik tangga, dan membungkuk. Waktu olahraga pun harus diperhatikan, jangan melakukannya ketika baru selesai makan. Berikan jeda waktu sekitar 2-4 jam setelah selesai makan.

3. Perhatikan pemakaian pakaian sekitar perut, usahakan nggak terlalu ketat agar perut nggak terganggu

pakai celana longgar via www.etsy.com

Hindari mengenakan pakaian yang ketat di bagian perut. Tekanan pada pakaian ketat dapat memicu isi perut terpancing kembali ke esofagus dan menyebabkan muntah. Agar lebih aman, gunakan pakaian yang longgar, terutama di sekitar perut.

4. Kurangi produksi asam lambung dengan mengunyah permen karet setelah makan. Yang bebas gula, ya!

kunyah permen karet via www.wsj.com

Permen karet bebas gula membantu merangsang produksi air liur. Air liur bersifat basa sehingga membantu menetralkan asam lambung. Pilihlah permen karet bebas gula dan kunyah selama setengah jam setelah makan. Hindari permen karet rasa mint karena dapat memicu reaksi asam lambung.

5. Kurangi stres dan cukupkan tidurmu. Stres juga memicu asam lambung naik!

hindari stres via www.huffingtonpost.com

Refluks asam lambung dapat terpicu apabila tubuhmu memproduksi hormon stres akibat kurang tidur. Jangan diabaikan, kondisi ini bisa menimbulkan komplikasi, mulai dari risiko mengalami penyakit kronis hingga kematian. Segera perbaiki pola tidurmu agar kebutuhan akan tidur dapat tercukupi.

6. Tidurlah dengan posisi lebih tinggi untuk mencegah kenaikan asam lambung semakin parah

tinggikan posisi punggung via www.deluxecomfort.com

Yang harus dilakukan adalah meninggikan posisi tubuh atas lebih tinggi dari tubuh bagian bawah. Bagian tubuh atas yang butuh ditinggikan adalah pinggang ke atas. Jadi, tambahkan bantal hingga ke pinggang, hanya menambahkan bantal di kepala biasanya nggak efektif.

Semoga dengan ini, nggak akan ada lagi yang mengalami kasus seperti Jean tadi. Tim Hipwee pun berharap, keluarga, kerabat serta teman-teman Jean bisa diberikan ketabahan serta kesabaran atas musibah ini. Untukmu yang masih sehat, mulailah untuk menjaga pola makan dan memperbaiki gaya hidup. Ingat, asam lambung nggak bisa disepelekan begitu saja!

ARTIKEL BERMANFAAT DAN MENGHIBUR LAINNYA

  • Mereka yang Mengalah Dari Pasangan Tak Seharusnya Diremehkan. Mungkin Hal-hal Ini yang Jadi Alasan
  • 11 Quotes Tangguh dari Miley Cyrus. Untukmu yang Tetap Kuat Meski Dicaci dan Diremehkan Orang
  • Beda dari Galau Biasa, Depresi Itu Penyakit Serius! Kenali Gejalanya, Biar Tak Ada yang Mati Sia-Sia
  • Belajar Mencintai dari Simbah. Karena Cinta Tak Melulu Soal Fisik, Ini tentang Hati
  • Belajar dari Ranieri, Belajar dari Leicester City

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*