Hindari Tarif Baru Pengurusan STNK, Pemilik Kendaraan Penuhi Samsat Bekasi

Hindari Tarif Baru Pengurusan STNK, Pemilik Kendaraan Penuhi Samsat Bekasi

Hindari Tarif Baru Pengurusan STNK, Pemilik Kendaraan Penuhi Samsat Bekasi

RumahNKRI –¬†Kantor Samsat Kota Bekasi, Jawa Barat, “diserbu” warga yang ingin mengurus surat kendaraan, Kamis (5/1/2017). Dampaknya, kantor Samsat sesak.

Pantauan Kompas.com sejak pukul 7.30 WIB, terlihat antrean panjang  kendaraan yang akan melakukan pengecekan fisik kendaraan. Antrean sampai jalanan di luar Kantor Samsat.

Setiap lantai di Samsat disesaki pengunjung. Mereka berdesakan tanpa ada antrean. Tempat duduk yang disediakan tak sebanding dengan mereka yang datang.

Mereka berdiri memenuhi depan setiap loket. Akhirnya, mereka yang dipanggil petugas kesulitan untuk maju ke loket. Para petugas tak terlihat menertibkan pengunjung.

Beberapa warga yang Kompas.com wawancarai mengaku datang hari ini agar tidak terkena tarif baru dalam kepengurusan surat-surat kendaraan. Tarif baru berlaku pada Jumat (6/1/2017).

KOMPAS.com/Sandro GatraAntrean mengurus perpanjangan STNK di Kantor Samsat Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (5/1/2017).

Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) tertanggal 6 Desember 2016.

Peraturan ini dibuat untuk mengganti Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2010 tentang hal sama, berlaku efektif mulai 6 Januari 2017.

Isinya mengatur tarif baru untuk pengurusan surat-surat kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia secara nasional.

Dalam peraturan baru tersebut, terdapat penambahan tarif pengurusan, antara lain pengesahan STNK, penerbitan nomor registrasi kendaraan bermotor pilihan, dan surat izin serta STNK lintas batas negara.

Besaran kenaikan biaya kepengurusan surat-surat kendaraan ini naik dua sampai tiga kali lipat. Misalnya, untuk penerbitan STNK roda dua maupun roda tiga, pada peraturan lama hanya membayar Rp 50.000, peraturan baru membuat tarif menjadi Rp 100.000. Untuk roda empat, dari Rp 75.000 menjadi Rp 200.000.

“Saya sudah datang kemarin. Penuh banget. Saya pulang. Sekarang malah lebih parah,” kata Lisna (38), salah satu warga.

Tak sedikit warga yang paham soal PP yang baru. Ada yang mengira kenaikan tarif pada pajak kendaraan. Petugas berkali-kali menjelaskan kepada warga yang belum paham.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*