Juni, Tol Jakarta-Semarang Siap

Juni, Tol Jakarta-Semarang Siap

Juni, Tol Jakarta-Semarang Siap

RumahNKRI –¬†Pemerintah menargetkan tiga ruas tol yang menghubungkan Jakarta-Pemalang-Semarang ditargetkan beroperasi jelang arus mudik Lebaran, Juni 2017. Pembebasan lahan tanah dan pengerjaan konstruksi tiga ruas tol tersebut terus dikebut oleh pemerintah.

Ketiga ruas tol tersebut, yaitu Pejagan-Pemalang (57,5 kilometer), Pemalang-Batang (39,2 kilometer), dan Batang-Semarang (75 kilometer). Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), konstruksi Tol Pejagan-Pemalang seksi II dan III mencapai 57,25 persen, Pemalang-Batang 6,63 persen, dan Batang-Semarang 10,95 persen. Tol PejaganPemalang seksi I dan II pintu keluar Brebes Timur telah beroperasi Juni 2016.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, mengatakan, Tol TransJawa rute Jakarta-Semarang diharapkan dapat digunakan mulai Juni 2017. Jalan sudah dicor beton dan terdiri atas dua jalur. Mobil golongan I dipastikan dapat melintasi jalur itu. Namun, pengenaan tarif tol baru dilakukan Desember 2018.

“Tol Trans-Jawa hingga Semarang menambah alternatif rekayasa lalu lintas. Arus lalu lintas akan terpecah tidak lagi menumpuk di Brebes Timur seperti tahun lalu,” kata Basuki kepada pers saat kunjungan ke ruas Tol Pemalang-Batang dan BatangSemarang, Sabtu malam, di Semarang.

Basuki mengatakan, konstruksi seksi II (Pekalongan-Batang) ruas tol Pemalang-Batang butuh penanganan khusus. Karakteristik tanah di daerah tersebut lunak sehingga perlu menggunakan metode vacuum consolidation.

Tol Trans-Jawa juga nantinya akan menghubungkan JakartaSemarang-Surabaya. Rutenya, yakni Tol Semarang-Solo, SoloNgawi, Ngawi-Kertosono, Kertosono-Mojokerto, Mojokerto-Surabaya. Ruas tol sepanjang 661 kilometer itu ditargetkan selesai pada tahun 2018.

Pembebasan lahan

Direktur Utama Pemalang Batang Tol Road Supriyono mengatakan, pembebasan lahan yang ditargetkan selesai pada Desember 2016 baru mencapai 87 persen. Pembebasan itu terkendala kesepakatan harga ganti rugi dengan masyarakat. Ada sekitar 52 hektar lahan yang belum dibebaskan. Lahan dibebaskan paling lambat Januari 2017.

Perhitungan harga diulang kembali sehingga prosesnya butuh waktu. Pembebasan lahan ruas Tol Pejagan-Pemalang mencapai 98 persen dan Batang-Semarang 65,15 persen. Seluruh lahan untuk jalan tol dapat dibebaskan Januari tahun ini setelah molor dari target bulan Desember 2016.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Achmad Herry Marzuki mengatakan, masalah pembebasan tanah di setiap seksi sudah diketahui. Untuk mempercepat pembebasan lahan, warga diberikan dua pilihan, yaitu menerima atau rekonsiliasi melalui pengadilan. Penetapan harga mengacu pada harga masa depan, harga pasaran, dan nilai jual obyek pajak (NJOP).

“Penetapan harga tak mudah. Upaya ini bukan berarti memaksa karena harga yang ditawarkan sudah melalui musyawarah antara warga dan tim juru taksir (appraisal),” kata Achmad.

Direktur Jenderal Bina Marga Arie Setiadie Moerwanto menambahkan, rekonsiliasi melalui proses persidangan perdata maksimum berlangsung tiga bulan. Jika pada pengadilan tingkat pertama belum diperoleh putusan, berkas perkara langsung dilimpahkan ke Mahkamah Agung, tidak melalui pengadilan tinggi.

Terkait serapan dana talangan, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna, menuturkan, dari total dana talangan Rp 32,61 triliun, yang sudah dibayarkan pada warga Rp 12,24 triliun. Dana yang ditagihkan pada badan usaha Rp 13,93 triliun. Dana talangan diperoleh melalui beberapa badan usaha untuk mempercepat pembangunan Tol Trans-Jawa.

(KRN)

Versi cetak artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 9 Januari 2017, di halaman 21 dengan judul “Juni, Tol Jakarta-Semarang Siap”.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*