Karyawan Bunuh Diri akibat Kebanyakan Kerja, CEO Mundur

Karyawan Bunuh Diri akibat Kebanyakan Kerja, CEO Mundur

Karyawan Bunuh Diri akibat Kebanyakan Kerja, CEO Mundur

RumahNKRI – CEO grup perusahaan periklanan Jepang, Dentsu, memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan ini menyusul aksi bunuh diri yang dilakukan salah seorang karyawan yang bekerja lembur hingga ratusan jam.

Tadashi Ishii, CEO Dentsu, menyatakan, pengunduran dirinya akan diajukan pada rapat direksi bulan Januari 2017 mendatang.

Matsuri Takahashi memutuskan bunuh diri dengan cara terjun pada Desember 2015 lalu dan meninggalkan sebuah catatan kepada sang ibunda bertuliskan, “Kenapa segala sesuatu harus begitu berat?”

Mengutip BBC, Jumat (30/12/2016), wanita berusia 24 tahun tersebut mulai bekerja di Dentsu pada April 2015 dan kemudian bekerja pada jam libur selama 100 jam per bulan.

Dentsu pun berada di bawah tekanan untuk menurunkan jumlah jam lembur karyawannya, dan pada November lalu dikenakan sanksi oleh regulator ketenagakerjaan.

Pada September lalu, Pemerintah Jepang menyatakan bahwa Takahashi tewas karena terlalu banyak bekerja.

Ia sering kali pulang ke rumah pada pukul 05.00 pagi setelah menghabiskan waktu pagi, siang, hingga malam di kantor.

“Ini sesuatu yang tidak pernah boleh terjadi,” ujar Ishii, yang menjabat CEO Dentsu sejak 2011 lalu.

Dentsu sebenarnya sudah melakukan beberapa upaya untuk mencegah karyawan bekerja lembur, salah satunya memadamkan penerangan di kantor pada pukul 10.00 malam.

Namun, tetap saja ada lebih dari 100 karyawan yang bekerja lembur, setidaknya 80 jam per bulan.

Kematian yang disebabkan kelelahan bekerja merupakan hal yang sangat umum di Jepang, yang dikenal dengan istilah karoshi.

Menurut data pemerintah, sekitar 2.000 orang meninggal dunia setiap tahun dengan cara bunuh diri karena terlalu banyak bekerja.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*