Modal Ekonomi RI Tumbuh Tinggi Berkat Investasi Swasta Dan Tax Amnesty

Modal Ekonomi RI Tumbuh Tinggi Berkat Investasi Swasta Dan Tax Amnesty

Rumahnkri.com –¬†Setidaknya ada tiga hal yang menjadi modal ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi pada tahun-tahun mendatang. Di antaranya adalah investasi swasta, efek program pengampunan pajak atau tax amnesty, dan pengembangan teknologi digital.

Proyeksi Bank Indonesia (BI) untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia 2017 adalah 5-5,4%. Sedangkan dalam rentang 2018-2021, ekonomi bisa tumbuh di kisaran 5,9-6,3%.

“Kami mencatat setidaknya terdapat 3 potensi ekonomi yang perlu dioptimalkan untuk menopang ketahanan ekonomi Indonesia,” kata Gubernur BI, Agus Martowardojo, dalam pidatonya pada Pertemuan Tahunan BI di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Potensi pertama, kata Agus, adalah kepercayaan dan keyakinan yang tinggi dari pelaku ekonomi terhadap pemerintah dan pemangku kebijakan lainnya. Ini didorong oleh kedisiplinan pemerintah mengelola kebijakan makroekonomi, termasuk pengelolaan kebijakan fiskal dengan target yang realistis dan bervisi jangka menengah panjang, serta kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas makroekonomi.

“Keyakinan pelaku ekonomi didorong pula oleh berbagai kebijakan reformasi struktural pemerintah yang telah dilakukan selama ini,” jelas Agus.

Kedua adalah realisasi dari tax amnesty yang akan menjadi sumber pembiayaan ekonomi yang luar biasa. Sampai 14 November 2016, program tersebut berhasil mengumpulkan tebusan pajak sebesar Rp 94,8 triliun, dengan dan repatriasi sebesar Rp 142,7 triliun, dan dana deklarasi sebesar Rp 3.773,2 triliun.

“Kami melihat potensi ini dapat menjadi momentum kuat bagi Pemerintah untuk mempercepat reformasi perpajakan di Indonesia. Perluasan basis pajak yang dicapai melalui program Pengampunan Pajak diharapkan diikuti intensifiasi pajak guna semakin meningkatkan peran pajak sebagai sumber pembiayaan pembangunan,” paparnya.

Peran pajak dalam pembiayaan pembangunan baru mencapai 11% dari PDB di 2015, lebih rendah dibandingkan capaian berbagai negara kawasan seperti Singapura dan Malaysia yang mencapai sekitar 14% dari PDB.

“Kami meyakini intensifikasi pajak dengan memanfaatkan basis pajak yang lebih luas, akan menjadi modal penting bagi upaya memperlebar ruang fiskal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, tanpa mengganggu prospek kesinambungannya,” ujarnya.

Potensi ketiga, menurut Agus, adalah potensi teknologi digital yang berkembang pesat. Pada tahun ini, kegiatan sharing economy dan digital economy meningkat pesat, sebagaimana terlihat dari aktivitas fintech dan e-commerce. Perkembangan positif ini bila dimanfaatkan dengan tepat akan dapat meningkatkan efisiensi dan mendukung kegiatan ekonomi domestik.

“Ketiga potensi yang mengemuka pada tahun 2016 tersebut bila diberdayakan dengan efektif dan optimal, tentu akan semakin memperkuat dan menggandakan manfaat dari potensi sumber daya domestik yang sebelumnya sudah ada, yakni sumber daya manusia dan sumber daya alam,” jelas Agus

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*