Polisi Minta Pengawasan Terhadap Warga Ngekos Harus Ditingkatkan

Polisi Minta Pengawasan Terhadap Warga Ngekos Harus Ditingkatkan

Rumahnkri.com – Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar meminta masyarakat berperan aktif menangkal keberadaan teroris. Salah satunya dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap pendatang baru di lingkungan masing-masing.

“Jadi kewaspadaan (teroris) dari masyarakat sangat dibutuhkan. Terutama terhadap orang-orang baru (pendatang),” kata Boy di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (12/12/2016).

Berkaca dari kasus-kasus terorisme di Indonesia beberapa tahun terakhir, kata Boy, para pelaku merencanakan aksinya sebuah kontrakan atau indekos. Mereka menyamar sebagai pendatang yang bekerja atau pelajar.

Jendral bintang dua ini mencontohkan pelaku terorisme Dokter Azhari dan Nurdin M Top yang merencanakan dan merakit bom di sebuah kos-kosan. Kelengahan masyarakat membuat keduanya begitu leluasa.

“Sama persis tahun 2003, Dokter Azhari dan Nurdin M p di kos-kosan ngaku sebagai mahasiswa S3 di ITB. Kemudian lingkungan enggak ngerti, ternyata di kamarnya itu peralatan bom semua,” terang dia.

Ia berharap masyarakat lebih peduli lagi menjaga lingkungan tempat tinggalnya dari ancaman-ancaman kejahatan apapun termasuk terorisme. Pasalnya, masyarakat yang lebih mengerti kondisi lingkungannya.

“Mereka-mereka menghuni kontrakan dan kos harus diwaspadai. Jangan sampai ada kegiatan atau persiapan kejahatan itu tidak disadari oleh tuan rumah, RT, RW, tokoh-tokoh lingkungan setempat. Jadi perlu semangat kepedulian publik untuk mengeliminir bahaya-bahaya ini,” kata Boy.

Untuk diketahui, belum lama ini Tim Densus 88 berhasil menangkap empat orang terduga teroris di sebuah indekos di Jalan Bintara Jaya VIII, Bekasi, Jawa Barat. Keempatnya terduga teroris itu yakni Dian Yulia Novi, M. Nur Solihin, Agus Supriyadi dan S alias Abu Izzah.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*