Polisi Tangkap 5 Pelaku Sweeping, Ormas Siap-Siap Gigit Jari

Polisi Tangkap 5 Pelaku Sweeping, Ormas Siap-Siap Gigit Jari

Polisi Tangkap 5 Pelaku Sweeping, Ormas Siap-Siap Gigit Jari

RumahNKRI – Presiden Jokowi terkenal dengan kecepatan dan ketepatannya meresponi masalah yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Kemampuan politik dan bernegara Jokowi sudah ditunjukkannya dalam meredam Aksi Bela Islam yang berakhir damai dengan acara doa bersama. Kini, ketika permasalahan sweeping kembali marak di bulan Desember, Jokowi yang dikritik dengan tagar #JokowiTakutFPI, merespon dengan cepat bukan hanya melalui twitter tetapi juga melalui instruksi langsung kepada Kapolri untuk menindak tegas pelaku sweeping.

“Jangan ada keraguan di lapangan, menindak segala sesuatu yang bertentangan dengan hukum, sweeping, atau kegiatan ormas tertentu di lapangan. Harus disikapi dengan tegas,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Komisaris Besar Rikwanto mengulang pernyataan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Senin, 19 Desember 2016.

Respon cepat ini dilakukan Jokowi bukan hanya karena kritikan twitter tersebut tetapi juga karena adanya surat edaran yang dikeluarkan oleh kapolres di Bekasi maupun di Kulonprogo yang menjadikan fatwa MUI sebagai dasar hukum untuk membuat surat edaran. Kapolri pun dipanggil untuk segera melakukan tindakan tegas atas kekhawatiran yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Tanpa menunggu waktu lama, instruksi Presiden tersebut dijawab Polri dengan penangkapan lima orang terkait aksi sweeping yang dilakukan Ormas. Peristiwa ini terjadi di Solo dalam tindakan sweeping yang dilakukan di restoran Social Kitchen. Dalam aksi sweeping ini terjadi juga aksi kekerasan.

“Di Solo itu ada beberapa orang yang melakukan sweeping dan kekerasan di kafe Social Kitchen. Tadi malam sudah ditangkap sebanyak 5 orang dan kasusnya akan dikembangkan,” kata Tito kepada wartawan usai mengikuti rapat koordinasi di kantor Kemenko Polhukam Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016).

Para pelaku ini tergabung dalam Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS). Mereka mengaku ingin melakukan audiensi audensi dengan manajemen restoran. Hal itu dikarenakan restoran tersebut menjual minuman keras dan melanggar jam buka restoran yang telah ditentukan.

Tindakan dan respon cepat oleh polri ini memang harus dilakukan dengan segera. Karena ormas yang melakukan tindakan sweeping dengan dasar penegakan hukum tidak boleh dibiarkan. Jikalau ada pelanggaran yang terjadi, maka ormas berikan laporan kepada pihak kepolisian dan biarkan pihak kepolisian yang bertindak. Supaya tidak terjadi main hakim sendiri yang bisa memicu terjadinya keresahan dan stabilitas keamanan di tengah-tengah masyarakat.

Ketegasan kepolisian menangkap para pelaku sweeping ini menjadi sebuah peringatan keras bagi ormas-ormas lain yang hobinya melakukan sweeping. Ketahuan melakukan sweeping dan disertai dengan tindakan kekerasan, maka siap-siaplah akan ditangkap oleh pihak kepolisian. Ini artinya mereka harus gigit jari karena agenda sweeping yang jadi kerjaan utama harus dihentikan.

Kalau sudah begini, maka aliran uang untuk organisasi akan semakin sedikit. Padahal keuangan ormas pelaku sweeping ini salah satunya atau bisa dikatakan sumber utamanya, adalah dengan melakukan aksi sweeping. bukan rahasia umum lagi, kalau sweeping adalah cara mereka untuk meraup rupiah dari tempat-tempat yang mereka sweeping. istilah lembutnya adalah uang keamanan.

Semoga tindakan tegas dari Polda jateng dan Polresta Surakarta ini diikuti oleh jajaran kepolisian lainnya di seluruh daerah Indonesia. Jangan takut dengan ormas-ormas tersebut dan tindak tegas dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Jangan sampai tindakan sweeping merajalela dan ormas pelaku sweeping tumbuh subur dengan melabrak semua aturan hukum yang berlaku. Berikanlah rasa aman di tengah-tengah masyarakat dengan menindak tegas ormas-ormas pelaku sweeping.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*