Premium Sering Habis, Sopir Angkot Terpaksa Beli Pertalite

Premium Sering Habis, Sopir Angkot Terpaksa Beli Pertalite

Premium Sering Habis, Sopir Angkot Terpaksa Beli Pertalite

RumahNKRI – Para sopir angkutan umum di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, terpaksa membeli bahan bakar jenis Pertalite meski harganya naik sejak Kamis (5/1/2016) kemarin.

Sopir angkot tidak membeli bahan bakar jenis Premium karena stasiun pengisian bahan bakar umum seringkali kehabisan stok.

Herlan, salah satu sopir becak motor atau bentor mengaku tidak tahu jika Pertalite sudah naik sejak kemarin. Ia terkejut karena harganya naik Rp 300 menjadi Rp 7.350 per liter.

Herlan biasanya membeli Premium, tetapi sesekali ia menggunakan Pertalite jika Premium kosong.

“Saya kaget harga Pertalite, sementara bensin (Premium) sering kosong, jadi saya terpaksa ngisi Pertalite. Saya memperikarakan pendapatan saya akan berkurang,” kata Herlan, Jumat (6/1/2017).

Ia khawatir pendapatannya berkurang dari biasanya Rp 20.000 per hari menjadi Rp 14.000 akibat perubahan harga tersebut.

Imron, sopir angkot, juga mengeluhkan hal yang sama. Ia berharap pemerintah menurunkan kembali harga bahan bakar karena selama ini sering kesulitan mendapatkannya.

“Sangat keberatan (dengan kenaikan harga), apalagi Premium sering kosong dan sulit didapat, terpaksa kami ngisi Pertalite,” katanya.

Mulai Kamis kemarin, pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak sebesar Rp 300 per liter untuk jenis Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Adapun Premium tidak mengalami kenaikan.

Dengan kebijakan tersebut, harga Pertalite berubah dari Rp 7.050 menjadi Rp 7.350. Pertamax dilepas dengan harga Rp 8.050 dari harga sebelumnya dari Rp 7.750 dan Pertamax Turbo dari Rp 8.750 menjadi Rp 9.050.

Adapun Pertamina Dex dibanderol Rp 8.400 per liter, sebelumnya Rp 8.100. Dexlite dari Rp 6.900 menjadi Rp 7.200, sementara Solar Nifso dari Rp 6.600 menjadi Rp 6.900.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*